Semoga tulisan pada blog ini bermanfaat bagi Anda

Senin, 26 Agustus 2013

Porang dan masa depan Blora

Porang, dan masa depan Blora

Masyarakat tentu tahu, daerah Blora adalah tempat tumbuh jati terbaik di Indonesia. Bahkan Direktur utama Perhutani (Badan Usaha Milik Negara dibidang kehutanan) mengungkapkan bahwa Blora merupakan tulang punggung bagi Perhutani. Tetapi berita tentang Blora yang mewarnai media massa adalah berita ketertinggalan. Ditengarai dengan masih banyaknya warga kurang mampu, akses jalan yang kurang baik, hingga saluran listrik dan sebagainya.

Kondisi seperti ini, tentunya merupakan cambuk bagi pemerintah dan masyarakat yang tinggal di Blora untuk terus memupuk motivasi, mengejar ketertinggalan Blora dari kabupaten yang lain. Sumber daya alam yang begitu melimpah, seharusnya dapat menjadi modal untuk membangun sebuah kabupaten yang maju. Kabupaten yang maju, terbentuk dari masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Pengelolaan sumber daya alam dengan melibatkan masyarakat merupakan salah satu alternatif yang bijak untuk memajukan kabupaten Blora. Inilah yang menjadi dasar bagi Perhutani untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan. Sebuah program sosial yang disebut Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) akan diaplikasikan secara nyata, besar-besaran, dan berkelanjutan di Kabupaten Blora. PHBM yang nyata ini akan terwujud melalui pengembangan tanaman porang  yang diharapkan dapat turut membangun kabupaten Blora.

Upaya menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, bersama dengan Perhutani dan pemerintah Blora dalam mengembangkan tanaman porang ini diawali dengan penanaman porang bersama di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cabak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cabak, KPH Cepu, 27 April lalu.

Pengembangan tanaman Porang oleh Perhutani difokuskan di kabupaten Blora. Sekitar 1000 Ha luas hutan negara di kabupaten Blora akan ditanami porang, dan penanaman serta pemeliharaannya dilakukan oleh masyarakat.

Pengembangan tanaman bawah tegakan hutan yang memiliki pasar luas ini akan memberi penghasilan kepada sedikitnya 1.400 masyarakat desa pinggiran hutan.  Selama menunggu panen (dua tahun), petani hutan akan dibayar oleh Perhutani, kemudian tahun berikutnya porang akan terus panen tiap tahun. Keseriusan Perhutani dalam pengembangan porang ini juga dilakukan dengan membangun pabrik pengolahan porang di Blora mulai tahun depan.

Pengembangan tanaman porang yang digagas oleh BUMN ini tentunya akan sangat berdampak pada kemajuan masyarakat kurang mampu, terutama bagi mereka yang tinggal di desa pinggiran hutan. Selain menjamin pendapatan bagi masyarakat, program ini juga berdampak pada pembangunan Blora ke arah yang lebih maju di masa depan. (Semoga)


*Telah terbit pada koran Diva (Blora) tahun 2013
*Taat@2013
Menanti Indonesia Baru


Taat Firmansyah

Bak sebuah kebakaran hutan. Ini lah gambaran puing-puing log yang masih membara. Rentetan imbas dari kenaikan harga BBM sudah mulai terasa oleh masyarakat. Bagi yang menolak kenaikan harga BBM, cuap-cuap keluhan pasti mulai didengungkan. Berbeda dengan mereka yang setuju, karena mereka sudah menyiapkan mental terlebih dahulu.

Sempat terjadi perselisihan pemikiran, antara Masyarakat dan Pemerintah. Bahkan mungkin perselisihan pemikiran dalam bentuk persepsi imbas dari kenaikan harga BBM hingga kini masih terjadi. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tentu telah dipertimbangkan matang-matang, dan diyakini akan merubah taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik. Namun, di sisi lain, ada pihak yang meyakini naiknya harga BBM justru akan lebih menyengsarakan masyarakat.

Rentetan dampak dari naiknya harga BBM memang panjang. Sudah tentu berbuntut pada kenaikan harga kebutuhan kebutuhan lain. Akibat dari naiknya harga berbagai kebutuhan barang maupun jasa yang lain, gaya hidup masyarakat pun dituntut untuk dapat menyesuaikan. Tidak dapat dipungkiri, kebijakan Pemerintah yang satu ini, memang banyak merubah sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Saat ini, memang belum nampak jelas bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia pasca keputusan kenaikan harga BBM. Tetapi, sebentar lagi, kita bersama akan menyaksikan bagaimana Indonesia Baru akan terbentuk. Sebuah kehidupan yang merupakan buah dari ketegasan Pemerintah. Apakah benar-benar akan mensejahterakan masyarakat. Atau kah seperti yang dipersepsikan oleh mereka yang menolak, menyengsarakan masyarakat.

Secara sederhana, tanggapan masyarakat terhadap kebijakan naiknya harga BBM hanya dua. Yaitu setuju dan menolak. Kedua tanggapan ini akan sangat mempengaruhi bagaimana dampak riil kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM terhadap kehidupan masyarakat.

Penolakan terhadap kenaikan harga BBM tentu akan menambah fokus kita terhadap dampak negatif dari kebijakan ini. Sebuah kehidupan yang menyengsarakan. Ketika hampir semua biaya kebutuhan hidup naik. Sementara pendapatan tetap dan uang semakin kecil nilainya. Sebuah kehidupan yang sangat memberatkan bagi masyarakat kecil. Apalagi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, untuk mempertahankan hidup saja semakin sulit.

Persepsi seperti ini dikhawatirkan terus tergambar, sehingga menjadi keyakinan bahwa dampak dari kenaikan harga BBM akan sangat menyengsarakan masyarakat. Kemudian yang muncul hanyalah keluhan demi keluhan tentang kesusahan mempertahankan hidup, gara-gara kebijakan Pemerintah yang tidak tepat.
Tetapi sebaliknya. Masyarakat yang setuju terhadap kenaikan harga BBM cenderung telah memiliki kesiapan mental terlebih dahulu. Dampak dari kenaikan harga BBM memang sangat luas, tetapi ini lah kenyataan pahit yang memang harus ditanggung Indonesia untuk saat ini. Sebuah kenyataan yang sepatutnya disambut dengan ikhtiar, untuk berusaha lebih giat.

Alangkah lebih baik, apabila momen kenaikan harga BBM ini, kita jadikan sebagai cambuk untuk memotivasi diri, walau pun memang menyakitkan. Memotivasi agar bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Memang akan sulit, tetapi semua itu, bergantung pada individu masyarakat Indonesia sendiri. Kenaikan harga BBM pun dirasa semakin memepet kebutuhan alih teknologi. Langkah bijak yang perlu dilakukan adalah mencari alternatif sumber bahan bakar. Apabila alternatif sumber bahan bakar ditemukan dan dikembangkan, diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan masyarakat. Sumbangsih semua kalangan tentunya sangat diharapkan, untuk bersama-sama bangkit kembali. yang memutuskan Indonesia berubah memang Pemerintah, tetapi yang akan merubah Indonesia adalah kita, Masyarakat Indonesia sendiri. Gambaran untuk Indonesia Baru, adalah seperti yang diyakini oleh setiap elemen bangsa ini. Indonesia baru adalah akumulasi keyakinan dari individu masyarakat Indonesia.

Di sisi lain. Seperti apa pun tanggapan masyarakat, sudah selayaknya menjadi perhatian bagi Pemerintah. Tanggapan penolakan sudah sepatutnya direnungkan kembali oleh Pemerintah, untuk dicari titik terangnya. Masyarakat yang setuju merupakan bentuk pemahaman dan kepercayaannya terhadap Pemerintah. Pun sudah sewajibnya kepercayaan tersebut dijaga oleh Pemerintah dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat secara umum, dan tentunya memanfaatkan kebijakan yang diambil dengan baik, mengelola dampak dari kenaikan harga BBM. Baik itu dampak yang positif, maupun dampak yang negatif.
Mari, kita merenung sejenak. Akan dibuat seperti apa Indonesia Baru pasca keputusan kenaikan harga BBM. Akan benar-benar menyengsarakan masyarakat, yaitu dengan hanya mengeluh dan memprotes sebuah keputusan yang jelas-jelas sudah diambil. Atau kah menjadi Indonesia Baru yang lebih maju, dengan terus mempertahankan pemikiran positif. Menjadikan momen yang tidak meng-enak-kan ini sebuah motivasi untuk bisa hidup lebih layak. Saatnya Menentukan. Belum Terlambat !.



                                                                                    Penulis dan Staf Peneliti pada BUMN
taatfirmansyah51@yahoo.com


Rabu, 10 April 2013


Mengungkap Prospek Kerja Lulusan SMK Kehutanan
 Pendahuluan
Salah satu ke-galau-an yang melanda masyarakat luas saat ini adalah susahnya mencari pekerjaan. Ketersediaan lapangan kerja terbatas, sementara kenaikan jumlah penduduk terus melesat. Tidak bisa dipungkiri, persaingan mencari pekerjaan menjadi semakin ketat. Tak jarang kita mendengar, bahkan melihat kasus seorang sarjana menganggur setelah menghabiskan banyak uang untuk biaya pendidikannya. Susahnya mencari pekerjaan itulah yang membuat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru-baru ini menjadi  idola pendidikan tingkat SLTA. Suatu model pendidikan formal yang mengarahkan siswanya lulus dengan keterampilan tertentu, sehingga banyak orang mengungkapkan lulusan SMK adalah lulusan yang siap kerja.
Sementara itu, kurangnya tenaga teknis menengah dibidang kehutanan menjadi latar belakang pendirian SMK Kehutanan. SMK Kehutanan merupakan kelanjutan dari Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) yang beberapa tahun lalu ditutup dengan berbagai alasan . Melihat situasi seperti yang diungkapkan pada paragraf pertama, latar belakang pendirian SMK Kehutanan inilah yang kemudian menjadi salah satu daya tarik masyarakat luas untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMK Kehutanan. Ditambah melihat pengalaman lulusan SKMA yang peluang kerjanya dinilai begitu baik. Maka, gambaran prospek kerja menjadi salah satu icon SMK Kehutanan yang muncul secara alami di benak masyarakat. Lalu, bagaimana sebenarnya prospek kerja lulusan SMK Kehutanan?. 
  Bagaimana Prospek Kerja Lulusan SMK Kehutanan?
Satu hingga empat tahun pasca pembukaan SMK Kehutanan ditiga lokasi yaitu Kadipaten, Manokwari, dan Makassar, tentunya merupakan momen yang diselimuti tanda tanya bagi orangtua atau pun siswa SMK Kehutanan. Bagaimana sebenarnya prospek kerja setelah lulus dari SMK Kehutanan. Hal ini tentu tidak bisa dipungkiri, karena orangtua atau pun siswa yang mendaftar sebagian besar didasari keinginan, setelah lulus bisa langsung mendapat pekerjaan. Pada tahun 2012 lalu, tanda tanya yang selama empat tahun menyelimuti mendapatkan jawabannya.
Pada tahun 2012, Kementerian Kehutanan berhasil meluluskan 158 siswa angkatan ke-Satu. Lulusan SMK Kehutanan tahun 2012 terdiri dari 61 siswa SMK Kehutanan Kadipaten, 60 siswa SMK Kehutanan Makassar, dan 37 siswa SMK Kehutanan Manokwari. Lalu, apakah benar lulusan SMK Kehutanan langsung bekerja?. Lulusan SMK Kehutanan angkatan satu saat ini telah menempatkan diri diberbagai instansi untuk bekerja, dan ada yang melanjutkan pendidikan. Berikut penulis sajikan tabel instansi/tempat kerja lulusan SMK Kehutanan pasca pendidikan.
NO
Instansi/tempat Kerja
Jumlah (Orang)
Prosentase
Keterangan (Status)
1
Kementerian Kehutanan
79
50%
Tenaga kontrak
2
BUMN bidang Kehutanan
65
41,14%
Pegawai
3
BUMN Non Kehutanan
1
0,63%
Tenaga kontrak
4
BUMS bidang Kehutanan
1
0,63%
Pegawai
5
Usaha Perseorangan (non Kehutanan)
2
1,27%
Tenaga Kontrak
6
Melanjutkan pendidikan
10
6,33%
Pelajar/Mahasiswa
Total
158
100%
-
Sumber : Dokumen Penulis (Hasil komunikasi/wawancara penulis dengan lulusan SMK Kehutanan)
Tabel di atas tentunya merupakan jawaban tentang bagaiamana prospek kerja lulusan SMK Kehutanan. Sebanyak 91,77% lulusan SMK Kehutanan telah bekerja sebagai tenaga teknis dibidang Kehutanan, yang meliputi Kementerian Kehutanan, BUMN dibidang Kehutanan (Perum Perhutani), dan BUMS dibidang Kehutanan (Sinarmas Forestry). Dan 8,23% lulusan SMK Kehutanan telah bekerja pada instansi non kehutanan serta melanjutkan pendidikan. Sebuah catatan pasca pendidikan SMK Kehutanan ini setidaknya memberikan gambaran bahwa lulusan SMK Kehutanan saat ini telah menempatkan diri untuk
Lulusan SMK Kehutanan menerima Surat Keterangan (SK) Calon Pegawai Perhutani dan penempatan
bekerja maupun melanjutkan pendidikan. Lalu bagaimana dengan lulusan SMK Kehutanan tahun berikutnya?.
Sebuah situs di internet (www.agroindonesia.co.id) pada November 2012 memberikan kabar baik. Salah satu liputannya yang berjudul Siswa SMK Kehutanan Habis dipesan merupakan angin segar bagi lulusan SMK Kehutanan tahun berikutnya. Berikut adalah pernyataan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Kehutanan ketika diwawancarai oleh redaksi AgroIndonesia, “Betul kami juga melakukan pembinaan teknis terhadap Balai Pendidikan dan Pelatihan (BDK) di 8 lokasi. Pusdiklat membina Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan di 5 kota di Indonesia. Lulusan SMK Kehutanan seluruhnya terserap di berbagai bidang pekerjaan seperti di pemerintahan, swasta, organisasi masyarakat dan ada yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tahun depan malah lulusan SMK Kehutanan sudah diinden (dipesan) oleh banyak pihak untuk direkrut sebagai pegawai”. Kalimat yang diungkapkan oleh Bapak Agus Sujianto (Kapusdiklat Kementerian Kehutanan) tersebut merupakan gambaran prospek kerja lulusan SMK Kehutanan tahun berikutnya. 
SMK Kehutanan Bukan Ikatan Dinas
Lepas dari prospek kerja lulusan SMK Kehutanan, perlu menjadi perhatian bahwa SMK Kehutanan Bukan Ikatan Dinas. Kalimat seperti ini pun begitu ditekankan pada setiap brosur Peneriamaan Siswa Baru SMK Kehutanan. Bahwa Kementerian Kehutanan, tidak menjamin lulusan SMK Kehutanan akan langsung bekerja. Karena memang tidak ada aturan yang menerangkan SMK Kehutanan merupakan sekolah kedinasan.
Pe-nekan-an (Hal yang diperhatikan) kalimat SMK Kehutanan Bukan Ikatan Dinas oleh Kementerian Kehutanan tentunya dilakukan karena keyakinan masyarakat terhadap prospek kerja lulusan SMK Kehutanan begitu besar. Maka, orangtua maupun siswa harus mengetahui ketentuan ini, sehingga tidak menjadi mis komunikasi ketika terdapat lulusan SMK Kehutanan yang tidak langsung bekerja. Tetapi, walau bagiamana pun, latar belakang berdirinya SMK Kehutanan adalah kurangnya tenaga teknis menengah dibidang kehutanan, hal inilah yang dijadikan sebagai argumen bahwa lulusan SMK Kehutanan tetap memiliki prospek kerja yang baik (mudah-mudahan).
Penutup
Beberapa paragaraf di atas merupakan jawaban dari pertanyaan bagaimana prospek kerja lulusan SMK Kehutanan. Dua bahasan yang disajikan, yaitu data tempat kerja lulusan SMK Kehutanan angkatan satu dan berita dari sebuah situs, penulis rasa merupakan sebuah gambaran bahwa lulusan SMK Kehutanan memiliki prospek kerja yang cukup baik. Gambaran mengenai prospek kerja ini mudah-mudahan menjadi referensi bagi orangtua, peserta didik (siswa), maupun pihak lain yang hingga saat ini masih diselimuti tanda tanya tentang “bagiaman prospek kerja lulusan SMK Kehutanan?”.
Icon yang muncul di benak masyarakat hingga beberapa peluang yang membenarkan bahwa lulusan SMK Kehutanan memiliki prospek kerja yang baik ini juga hendaknya terus memotivasi SMK Kehutanan untuk berupaya lebih keras meningkatkan kualitas lulusannya. Bukan gambaran mengenai besarnya peluang kerja, tetapi yang lebih penting adalah kualitas Skill, Knowledge, dan Atittude yang dimiliki lulusan SMK Kehutanan. Sebesar apa pun peluang kerja, apabila tidak disertai tiga pondasi penting dalam dunia kerja (Skill, Knowledge, dan Atittude) akan kurang baik, terutama dalam kiprah lulusan SMK Kehutanan ketika turut serta mengatasi kompleksitas masalah kehutanan saat ini.
Demikian artikel ini penulis sampaikan untuk keperluan pemberitaan. Semua hal yang disampaikan melalui artikel ini mudah-mudahan merupakan kabar baik bagi semua pihak.  Memberikan dorongan bagi siswa dan SMK Kehutanan dalam upaya mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kehutanan yang profesional dan berakhlak mulia sebagaimana visi PUSDIKLAT Kementerian Kehutanan. Jaya terus Kehutanan Indonesia!!.
Bacaan : Edi Kurniadi, 2008. Sejarah Pendidikan Kehutanan di Indonesia. Kadipaten. Buletin Sawala vol. 6 No. 4. 2008

Sabtu, 16 Maret 2013

Lefleat Penerimaan Peserta didik baru SMK Kehutanan Kadipaten 2013/2014. ( fb : Kewel Wiliam pada sebuah grup SMK Kehutanan Kadipaten). Semoga bermamfaat



Rabu, 13 Februari 2013

Dirgahayu PUSLITBANG Perhutani (Galeri)

DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAM KITA TINGKATKAN PERAN LITBANG DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI PULAU JAWA



    Tanggal 6 hingga 7 Februari kemarin Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani (PUSLITBANG PERHUTANI) mengadakan rangkaian acara dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya yang ke-15. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, diakui oleh pegawai Puslitbang, perayaan ulang tahun kali ini memang lebih meriah. Dengan tema semangat kebersamaan kita tingkatkan peran Puslitbang dalam pengelolaan hutan di pulau Jawa ini Puslitbang mengadakan berbagai lomba untuk meningkatkan kebersamaan antar pegawai Puslitbang. Berbagai lomba yang diadakan adalah kebersihan ruangan, membersihkan lingkungan dengan pembagian regu, bola volly, tenis meja, futsal, hingga lomba buat dan baca puisi.

      Pegawai Puslitbang merasa senang dengan diadakannya berbagai lomba dalam peringatan ulang tahun kali ini. Berbagai lomba yang dilaksanakan memang dirasa menambah erat kebersamaan antar pegawai. Disisi lain, melalui berbagai lomba ini, potensi pegawai di luar pekerjaan dapat tersalurkan.

       Puncak perayaan ulang tahun Puslitbang dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Februarai 2013. Puncak acara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Puslitbang dan paguyuban istri rimbawan, Puslitbang. Kegiatan pada puncak perayaan hari ulang tahun Puslitbang adalah potong tumpeng, yang memang sudah tradisi Puslitbang, makan bersama, pembagian hadiah, hiburan, dan pembacaan kembali juara satu dan dua lomba puisi. Ditambah dengan stand up comedy yang  mengocok perut oleh bapa Aris Wibowo (Juara II lomba puisi). Demikian, gambaran suasana kehangatan di Puslitbang Perhutani dalam merajut penerapan kebersamaan demi meningkatkan perannya dalam pengelolaan hutan di Pulau Jawa. Bravo Puslitbang Perhutani.









   

















            

Minggu, 13 Januari 2013

Rapat Kerja Redaksi Majalah Suara Arimba


Menjelang penerbitan baru pada tahun ini. Redaksi majalah Suara Arimba merencanakan awal tahun majalah sudah bisa terbit. Harapannya, majalah terbit pada bulan Februari. Maka, berbagai persiapan dalam rangka penerbitan sudah mulai dilaksanakan. Salah satunya, sebut saja rapat kerja redaksi yang dilaksanakan tanggal 13 Januari 2013 disalah satu ruang kelas SMK Kehutanan Kadipaten.

Rapat kerja redaksi yang dilaksanakan mulai pukul 19.45 WIB ini dipimpin langsung oleh ketua redaksi majalah Suara Arimba, Yudha Esa Putra. Sengaja, penulis mengikuti rapat tersebut melalui Hand Phone, karena kebetulan sebelum rapat penulis sedang menghubungi salah satu anggota redaksi majalah Suara Arimba. Rapat dimulai dengan pe-nyampaian rencana strategi pembuatan majalah Suara Arimba oleh pemimpin rapat.

Terdengar melalui HP penulis, rapat tersebut begitu aktif. Sahut-menyahut berbagai ide disampaikan oleh anggota redaksi demi penyempurnaan isi majalah. Beberapa hal yang dibahas pada rapat tersebut adalah penyusunan rencana isi berbagai rubrik dalam majalah, tata waktu pembuatan majalah, hingga pembuatan isi rancangan pengantar redaksi.

Anggota redaksi yang hadir pada rapat kali ini tidak lengkap. Ada beberapa anggota yang ijin karena rapat berbarengan dengan kegiatan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Dua orang yang tidak bisa menghadiri rapat dari awal adalah Ishna Adini Firdausi dan Zulfia. Namun, kurang lengkap nya anggota redaksi tidak mempengaruhi ke-efektifan rapat.

Rapat berjalan efektif sekitar satu jam. Diskusi terus berjalan aktif hingga pukul 20.45 WIB. Setelah itu, dilakukan pembagian tugas penyusunan rancangan majalah. Setelah berjalan satu jam, beberapa anggota rapat mulai melakukan pe-rancangan pada tugasnya masing-masing. Namun, pada pukul 20.50 WIB, rapat harus terhenti, karena semua siswa wajib melaksanakan kegiatan rutin apel malam.

Rapat dilanjutkan pukul 21.30 WIB, setelah apel malam. Pada rapat lanjutan ini, redaksi lebih membahas tentang rencana pemasaran majalah Suara Arimba. Rapat baru selesai pukul 22.00 WIB, setelah mendapatkan beberapa keputusan untuk ditindaklanjuti.

Antusias anggota rapat kerja redaksi majalah Suara Arimba ini tentunya merupakan sebuah bentuk tanggungjawab. Semangatnya dalam mengungkapkan ide merupakan hal positif yang perlu terus ditumbuhkembangkan oleh redaksi majalah Suara Arimba demi terciptanya suasana lingkungan kampus yang benar-benar bisa melatih siswa untuk berkomunikasi aktif dan kreatif. Berbagai hal yang penulis sampaikan melalui liputan singkat ini, merupakan gambaran betapa indahnya suasana kampus SMK Kehutanan Kadipaten yang dihidupkan oleh siswa siswi yang aktif, kreatif, inovatif, dan mampu berpikir demi kemajuan SMK Kehutanan. Bravo majalah Suara Arimba. (Taat Firmansyah)

(Bojonegoro, 13/01/2013)
*Diliput Via HandPohne (HP)
Foto  : Ketua Redaksi Majalah Suara Arimba

Kebahagiaan dalam kayuhan sepeda


 “Menikmati indahnya lingkungan di pinggiran Kabupaten Bojonegoro”

Gemuruh suara kendaraan bermotor sudah terdengar, kegelapan di luar sana sudah berubah remang. Pertanda hari kembali baru, tidak ada ayam berkokok di sekitarku, yang ada kumandang adzan terdengar jauh di sana. Aku buka mataku, dan mengingat permintaan yang kusetujui malam tadi.
***
Kemarin, sejak dua belas siang, listrik di Cepu, tempat tinggalku, padam. Kabarnya ada tiang yang roboh terkena hembusan angin kencang. Banyak yang berpendapat, listrik baru menyala besok pagi. Aku yang sementara masih tinggal dengan teman se-SMK-ku, membeli lilin sebelum hari gelap. Sambil aku menyodorkan lilin ke kamarnya, dia berkata,

“Taat, besok sepedaan ya.. jam lima” Permintaan dari tetangga kamarku.
“Iya.. Tapi bangunkan aku kalo jam lima belum bangun” Sahutku ragu
“Engga mau, pokoknya harus bangun..” Tanggapannya memaksa
“Iya...” Jawabku lagi

Aku memang sudah mengajaknya bersepeda sejak beberapa minggu yang lalu, tapi belum pernah kesampaian. Malam ini, dia mengajakku. Aku ragu, tapi terus aku ingat di memoriku, besok pagi aku bersepeda bersama.
***
Aku bergegas menggosok gigi dan berwudhu, solat, berzikir, kemudian memanjatkan do’a. Mudah-mudahan, dihari libur ini, aku merasa bahagia dan bisa beristirahat. Vitri, tetangga kamarku sudah terdengar geraknya. Suara gesekan barang sudah terdengar, berarti dia sudah bangun. Aku memanggilnya pelan.

“Vi.. katanya mau sepedaan..” Panggilku mengajak
“Iya bentar, aku solat dulu.. jam berapa ini.?” Jawabnya yang kemudian dilanjut pertanyaan
“Jam tengah enam.. “ Jawabku

Sambil menunggu dia solat, aku siapkan sepeda yang hendak aku pakai keliling pagi ini. Tidurku semalam cukup, aku merasa segar dan bersemangat. Aku coba keliling di sekitaran rumah sambil menunggunya. Setelah dua kali putaran, dia muncul di pintu, kemudian kita berangkat bersepeda bersama.

Beberapa meter diperjalanan, kita mendiskusikan rute kayuhan sepeda kita. Dilewatilah sebuah arboretum milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Perusahaan Kehutanan Negara (PUSLITBANG PERHUTANI). Tentunya banyak sekali jenis pohon di arboretum ini. Terutama pohon jati. Di arboretum ini, terdapat 32 jenis jati. Selain jati, pohon-pohon rindang dan rerumput hijau menghiasi arboretum yang sangat layak disebut maha taman ini.

Udaranya begitu sejuk, kolam-kolam hijau sangat memanjakan mata kita. Di sini lah, aku mersakan sebuah kebahagiaan alam yang luar biasa. Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari instansi yang memiliki arboretum ini, PUSLITBANG PERHUTANI. Aku dan Vitri semakin kencang mengayuh sepeda kita, sesekali pelan, ketika melewati lumpur sisa hujan kemarin. Aku pun ragu, dia bisa melewati lumpur-lumpur ini, tetapi, ternyata kemampuannya bersepeda bisa diandalkan.

Satu persatu lorong-lorong jati di arboretum kita lewati, kebun pangkas jati kebanggan PERHUTANI pun telah kita lewati jauh. Namun, di depan sana, kembali ada satu jalan yang begitu indah, jalan yang di samping-sampingnya berjejer rapi pohon kesambi (Schleicera oleosa). Keindahan batang-batang kesambi serasa menyambut kita dengan kehijauan alam yang menawan. Kita melewati lorong kesambi ini dengan senyuman tentunya, kekaguman pagi hari yang jarang aku rasakan. Apalagi dengan teman se-SMK-ku ini.
***
Kayuhan kita mengantar ke penghujung maha taman di lingkungan  PUSLITBANG yang indah. Kini, medan kita jalan aspal yang ternaungi dedaunan mahoni (Swietenia mahagoni). Nampak masih sangat hijau dengan embun yang membasahi. Kita melewati batas wilayah bertuliskan Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK) Unit II Jawa Timur, Industri Penggergajian Kayu Jati (IPKJ) yang berada tepat di samping Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Sekarang, kita bersepeda di bawah naungan rindang dedaun Trembesi (Samania samman). Ribuan log jati kita lewati dengan kayuhan pelan, jalannya berair. Saat kita melempar pandangan kita, kita melihat indahnya belantara persawahan di desa pinggiran kabupaten Bojonegoro ini, Batokan, Kecamatan Kasiman. Ujung bentangan sawah, di sana nampak hutan yang terang, hutan itu adalah hutan jati.
***
Keindahan alam lingkungan yang bernuansa kehutanan dan pertanian milik PERHUTANI dan masyarakat pun telah kita lewati dengan kayuhan-kayuhan membahagiakan di awal hari Sabtu, 12 Januari 2012. Kini, aku dan sahabatku melewati keindahan sosial masyarakat desa Batokan, Bojonegoro. Enam pagi, suasana kampung di persawahan sudah hidup. Masyarakat sudah mulai mengais rejeki untuk mempertahankan hidupnya. Kita melihat sosok wanita sedang menambal ban sepeda motor yang bocor, adik-adik pelajar berseragam siap mencari ilmu. Kita pun melihat sepasang saudara, adik dan kaka bersepeda seperti kita. Senyuman pun tak jarang muncul dengan sendirinya untuk mereka yang kita jumpai, menyambut hari baru yang bahagia ini.

Kita berhenti si sebuah pasar kecil di desa tempat kita bekerja. Agaknya sedikit so sweet ketika aku bersabar menemani sahabatku membeli bahan makanan untuk sarapan pagi ini. Setelah beberapa menit, Vitri meletakkan plastik hitam berisi tempe dan tahu katanya ke keranjang sepedanya. Kita mengayuh sepeda kembali ke PUSLITBANG. Menikmati suasana pagi yang ramai. Setelah mendapatkan pengalaman baru, bersepeda diawal hari sambil menikmati keindahan lorong-lorong jati dan lingkungan tempat kita bekerja. Semoga bisa terulang dengan pengalaman yang lain.